Fungsi dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Petugas Kesehatan

Standar kewaspadaan wajib diterapkan di semua fasilitas apapun termasuk pelayanan kesehatan. Demi memberikan pelayanan terbaik, Fungsi Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Petugas Kesehatan begitu penting selain membuat aman dan nyaman bagi karyawan juga mengurangi risiko infeksi berkelanjutan.

fungsi APD bagi petugas kesehatan
Fungsi dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Petugas Kesehatan

Pengertian APD Kesehatan

APD kesehatan merupakan sekumpulan alat yang dipakai oleh tenaga kerja di pelayanan kesehatan untuk melindungi beberapa atau semua badan dari adanya potensi penyakit akibat kerja. Jadi, alat pelindung diri memiliki persyaratan khusus supaya enak digunakan, tak mengganggu pekerja serta memberikan perlindungan lebih efisien.

Tujuan Penggunaan APD Kesehatan

Maksud pemakaian alat pelindung diri bagi petugas kesehatan yaitu membuat perlindungan tenaga kesehatan dari bahaya akibat kerja, terwujudnya perasaan aman dan terlindung bagi tenaga kerja beberapa dapat tingkatkan motivasi utuk yang berprestasi dan pelihara dan tingkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja.

Penentuan Penggunaan APD Kesehatan

Bawah penentuan untuk menggunakan APD kesehatan oleh dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lain itu bergantung pada jenis aktivitas yang dikerjakan. Jadi, dalam hal ini terbagi dalam 3 kemungkinan yaitu

1. Kemungkinan Rendah

Kontak langsung dengan kulit namun tidak langsung terpajan dengan darah. Maka APD nya bisa menggunakan sarung tangan (steril atau bersih) disertai masker bedah dan gaun pelindung (bila diperlukan).

Contoh tindakanya: perawatan luka ringan (luka lecet, tersayat, dll), pemberian oksigenasi, memasukkan obat secara anal (melalui anus), pemberian obat tetes mata dan memandikan pasien.

2. Kemungkinan Sedang

Berpeluang terpajan darah namun tidak sampai ada cipratan darah. Maka APD yang dianjurkan adalah menggunakan sarung tangan (steril atau bersih), gaun pelindung (celemek), masker bedah dan penutup kepala (bila diperlukan).

Contoh tindakanya: pemasaangan kateter, mengambil spesimen darah, mengontrol pelvis, tranfusi darah, melepas IUD, insersi IUD, perawatan luka berat (dekubitus, fraktur, luka bakar)

3. Kemungkinan tinggi

Peluang terpajan dan terciprat darah masif tinggi termasuk bekerja di ruangan beresiko tinggi seperti ICU, IGD hingga ruang isolasi. Maka penggunaan APD kesehatanya harus lengkap mulai dari penutup kepala, masker N95, sarung tangan, gaun pelindung atau hazmat suit, kacamata google, sepatu boots,

Contoh tindakanya: aksi bedah mayor (laparatomi, transplantasi, bedah mulut, persalinan normal atau cesar), kontak dengan yang memiliki infeksi resiko penularan tinggi antara lain,

a. hepatitis A
b. hepatitis B
c. campak
d. cacar air
e. HIV
f. conjungitivitis
g. pertusis
h. tuberkolusis (TBC)
i. corona virus (covid-19)

Sekali lagi, bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan kesehatan, sebaiknya selalu memperhatikan waktu dan penggunaan secara tepat supaya APD kesehatan terpakai efisien dan tidak terbuang sia-sia.

Baca juga  3 Tingkatan Jenis Alat Pelindung Diri Yang Tepat Di Pelayanan Kesehatan

Cara Memakai APD Petugas Kesehatan

Pada prinsipnya ada beberapa hal yang wajib diperhatikan ketika menggunakan sampai melepas APD yaitu menggunakan baju kerja (scrub suit), melakukan cuci tangan (hand hygiene) sebelum dan sesudah menggunakan APD, melalukan kebersihan tangan setiap melepas ITEM APD, dan mandi usai menggunakan APD.

1. Ganti baju dengan baju kerja
2. Kenakan sepatu pelindung
3. Pakai gown/jubah bersih
4. Gunakan masker bedah atau N95
5. Pasang goggles
6. Pasang pelindung kepala, bila perlu gunakan face shield
7. Pasang sarung tangan

Cara Melepas APD Petugas Kesehatan

1. Buka sarung tangan
2. buka gown atau jubah atau hazmat suit
3. Lepas pelindung kepala dan face shield
4. Buka kacamat goggles
5. Lepas pelindung sepatu atau sepatu boots
6. Buka masker bedah atay N95
7. Buka sarung tangan

Sebagai catatan, ada manajemen APD kesehatan yang bisa digunakan kembali (reuseable) namun wajib diperhatikan tata caranya.

a. Gaun reuseable, Coverall, Apron, dapat digunakan kembali setelah dilakukan pencucian dan desinfektan dengan cara,
– pencucian gaun bersuhu 57.2°C – 71°C selama minimal 25 menit.
– desinfektan yang digunakan adalah klorin dengan konsentrasi 1 : 99

b. Masker N95, digunakan kembali setelah dilepaskan dengan cara disimpan di kantong kertas berlabel nama petugas. INGAT! saat melepaskan masker N95 tidak boleh menyentuh bagian dalamnya dengan tangan untuk menghindari kontaminasi.

Demikianlah pembahasan lengkap mulai dari Pengertian APD, Fungsi dan Penggunaanya Bagi Petugas Kesehatan, semoga bisa menjadi referensi bagi ada yang sedang bekerja di pelayanan kesehatan.

Berkomentar = Berlangganan, Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *