Memahami Konsep Dan Pengertian Keperawatan Jiwa
Sebelum memahami konsep dan Pengertian Keperawatan Jiwa, ada baiknya terlebih dahulu anda mengetahui kesehatan jiwa itu sendiri. Apa itu?
merupakan suatu kondisi mental yang sehat dan bahagia, memungkinkan seseorang dapat berkembang optimal secara fisik, emosional, intelektual dan perkembangan itu selaras dengan kondisi orang lain sehingga mampu menjadikan hidup harmonis serta produktif (UU Kesehatan Jiwa No 03 Tahun 1966).

Disisi lain, menurut UU terbaru No 18 Tahun 2014 bahwa kesehatan jiwa adalah kondisi seorang individu mampu berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga sadar akan kemampuanya, bisa mengatasi tekanan, bekerja secara produktif serta mampu berkontribusi terhadap komunitasnya.
Jadi ketika seseorang mampu mencapai kedua makna diatas, dapat dikatakan bahwa kesehatan jiwanya dalam kondisi baik dan stabil. Namun, bila yang terjadi sebaliknya, maka dia akan mengalami gangguan atau penyakit kesehatan mental. Oleh sebab itu, proses keperawatan jiwa hadir untuk membantu memulihkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Perawat jiwa umumnya memiliki pengetahuan lanjutan tentang menilai status mental maupun kejiwaan seseorang, melakukan diagnosis, intervensi, implementasi hingga berkolaborasi dengan tim medis lain untuk memberikan perawatan secara khusus. Ingat, proses ini tidaklah sama dengan pasien-pasien umum yang berobat di fasilitas kesehatan sehingga perlu pemahaman lebih kompleks terhadap para penderita.
Daftar Isi
Sejarah Keperawatan Jiwa
Pada abad-19, perawat jiwa sudah menjadi sebuah profesi dan sampai di abad-20 pada akhirnya diakui peran dan fungsinya secara umum.
Salah satu perawat jiwa pertama berasal dari Amerika, Linda Richard yang sudah mengembangkan asuhan keperawatan di RS mental USA dan membuka pelayanan sekaligus progam pendidikan.
Memasuki tahun 1882, terbentuklah sekolah perawat pertama kali untuk sakit mental dimana banyak mengajarkan kebutuhan fisik bagi pasien dengan gangguan mental misalnya aktivitas di bangasal, pengobatan teratur, pemberian nutrisi hingga hygiene.
Lalu di tahun 1913, John Hopkins ikut mendirikan sekolah pertama dengan kurikulum resmi keperawatan jiwa dan tahun 1947 terapi sikap untuk mengoptimalkan perbaikan (lewat observasi, respek, perhatian, pemahaman, partisipasi) dikenalakn oleh Weiss. Hingga tahun 1950 proses pengobatan mulai digunakan bagi penderita sakit mental yakni obat-obat psikotropika.
Berlanjut di tahun 1953, komunitas terapeutik pun dikenlakan oleh Jones yakni penggunaan lingkungan sosial pasien mulai diperhatikan, pasien dilibatkan dengan kegiatan harian dan tetap pada 1963 Jurnal Keperawatan Psikiatri diterbitkan untuk menunjang proses perawatan sampai akhirnya organisasi ANA (American Nurses Association) mengeluarkan standar perawatan psikiatri.
Nah, di Indonesia sendiri, adanya penderita gangguan jiwa dimulai pada masa Pemerintahan Hindia Belanda di Jawa dan Madura tahun 1862. Pasien diisolasi dengan beberapa penjagaan di 5 rumah sakit jiwa antara lain RSJ Bogor (1882), RSJ Lawang (1902), RSJ Magelang (1923), RSJ Sabang (1927) dan RSJ Pakem (1938).
Kemudian, tahun 1900-an terapi kerja bagi pasien gangguan jiwa mulai digalakkan untuk mengurangi gerakan no-restrain (tidak diikat) sampai terbentukklah UU tentang kesehatan jiwa No.3 tahun 1966. Diikuti PPDGJ I yang lahir pada 1973 untuk mengitegrasikan kesehatan jiwa di puskesmas.
Di tahun 2000, keperawatan jiwa berhasil berkembang melalui organisasi-organisai keperawatan jiwa, pengembangan Community Mental Health Nursing (CMHN), hadirnya pedoman askep jiwa dalam NANDA,NOC dan NIC.
Konsep Dan Pengertian Keperawatan Jiwa
Bahwasanya, untuk menjadi individu yang produktif maka seseorang harus mampu berinteraksi dengan lingkungan serta memiliki jiwa yang sehat baik secara fisik, mental dan sosial. Dengan begitu, ia bisa mengendalikan kondisi stressnya dan bisa menjalin hubungan sosial yang memuaskan.
Dalam peran dan fungsinya, perawat wajib melaksanakan asuhan keperawatan jiwa dengan tetap memandang manusia sebagai makhluk biopsikososiokulutral sehingga pemilihan model keperawatan dapat disesuaikan terhadap kondisi pasien. Lantas bagaimana keperawatan jiwa secara nasional maupun internasional?
1. Menurut ANA
Keperawatan jiwa adalah praktek keperawatan yang memakai ilmu tingkah laku manusia dan diri sendiri secara terapeutik untuk mempertahankan, meningkatkan serta memulihkan kesehatan mental klien maupun masyarakat dimana ia berada.
2. Menurut WHO
Keperawatan jiwa merupakan perawatan secara langsung berupa komunikasi dan manajemen diri yang bersifat positif untuk mengoptimalkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan bagi klien
3. Menurut UU Keswa No 3 Tahun 1966
Keperawatan jiwa adalah suatu proses keperawaan yang memungkinkan untuk meningkatkan perkembagan fisik, intelektual emosional dari seseorang agar perkembangnya selarasa dengan orang lain.
Tujuan Keperawatan Jiwa
Adapaun tujuan dari keperawatan jiwa yakni menolon klien agar bisa kembali ke komunitasnya atau masyarakat sebaga individu yang berguna dan mandiri. Tentu saja, tujuan ini tidak serta merta bisa dicapai karena perlu metode khusus dalam asuhan keperawatan sehingga ia akan siap bersosialisasi kembali dengan diri sendiri serta lingkungan sekitar.
Patut diketahui juga, dalam mencapai tujuan tadi, prosesnya tidaklah mudah karena karakteristik saat pelaksanaan keperawatan jiwa itu memiliki beberapa sifat antara lain
- dinamis, artinya setiap langkah askep bisa diperbaharui karena melihat situasi dan kondisi yang berubah
- siklus, artinya keperawatan tetap berjalan berurutan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi
- saling ketergantungan, artinya masing-masing tahapan askep tidak bisa dipisahkan
- fleksibel, artinya saat melakukan keperawatan jiwa ada kemungkinan proses urutanya bisa berubah sewaktu-waktu karena suatu hal yang darurat.
Peran Perawat Dalam Keperawatan Jiwa
Bagaimana dengan peran seorang perawat dalam melakukan proses keperawatan jiwa? Ada cukup banyak yang bisa dilakukan antara lain,
- menilai dan merencanakan asuhan keperawatan
- membangun hubungan baik dan meyakinkan pasien bahwa ia bisa sembuh
- memerangi stigma dan membantu pasien atau keluarga dalam menghadapi gangguan kejiwaan
- menyetujui dan meninjau kembali implementasi keperawatan
- memberi nasehat dan mengatur dukungan bagi pasien hingga keluarga
- kolaborasi bersama tim kesehatan lain untuk mengoptimalkan kesembuhan klien
- menulis dan memperbaharui catatan pasien
- mendorong pasien untuk mengambil bagian dalam aktivitas terapeutik (bermain peran)
- melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga
- mengembangkan rencana keperawatan jika diperlukan
- melaukan evaluasi kesehatan mental pasien
- pemeliharaan rekam medis
Macam-macam Askep Keperawatan Jiwa
Melihat bahwa keperawatan jiwa itu sangat kompleks, maka ada cukup banyak asuhan keperawatan jiwa yang terbagi menjadi beberapa bagian.
1. Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Psikososial, yang terbagi ke dalam 6 jenis yaitu,
- asuhan keperawatan dengan penyalagunaan zat
- asuhan keperawatan dengan ansietas
- asuhan keperawatan dengan gangguan citra tubuh
- asuhan keperawatan dengan kehilangan
- asuhan keperawatan dengan harga diri rendah
- asuhan keperawatan dengan isolasi sosial
- asuhan keperawatan dengan waham
- asuhan keperawatan dengan risiko bunuh diri
2. Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi
3. Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Perilaku Kekerasan
4. Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Defisit Perawatan Diri
Jadi, untuk masing-masing asuhan keperawatan tersebut, nanti akan ada pembahasan sendiri agar lebih mudah dipahami. Demikianlah topik utama tentang Pengertian Keperawatan Jiwa yang diulas secara lengkap dan semoga bermanfaat, terima kasih.
Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com
Belakangan ini issue-issue mental health makin berkembang dan menjadi perhatian publik. Dan rasanya memang harus lebih concern lagi diperhatikan agar tak makin banyak korbannya
Dengan pemahaman yang baik tentang keperawatan jiwa mudah-mudahan makin banyak orang-orang yang tertolong
Sangat informatif sekali mas, saya baru tahu kalau ternyata ada yang namanya perawatan jiwa. Lantas apakah perawatan jiwa ini termasuk rutin untuk dicek sekala berkala? atau hanya dikhususkan untuk mereka yang mengalami stress berat saja?
Wah nambah ilmu baru lagi nih tentang keperawatan jiwa, sejatinya hal seperti ini sangatlah penting. Penting untuk diri sendiri dan orang sekitar, semoga kita semua juga dalam keadaan sehat termasuk kesehatan jiwa ya. Amiin
Mencerahkan sekali artikelnya, saya jadi tambah wawasan soal keperawatan jiwa.
Sayang di Indonesia belum semua kalangan terbantu ya, ada ponakan karena faktor depresi di tempat kerja mengalami gangguan jiwa..Saat ini tak tersentuh perawatan medis karena mahalnya biaya dan sulitnya akses.
Padahal ada keperawatan jiwa yang hadir untuk membantu memulihkan dan meningkatkan kualitas hidupnya dan orang yang mengalami hal yang sama
saat ngambil ners dulu salah satu yang lumayan sulit pemahamannya adalah asukan keperawatan jiwa. Lebih kompleks dan semua karakter unik. Salut dengan teman teman yang berkecimpung setiap hari dengan ini
Wah iya baru sadar klo di rsj juga ada perawatnya ternyata perawat yang disana emang beda sama perawat RS biasa ya, harus lebih sabar lagi sih kukira ngadepin pasiennya hehe
Jujur saya tersenyum membaca ini. Terima kasih sudah menulis tentang keperawatan kesehatan jiwa ini, Mas. Saya yakin, banyak yang membutuhkan insight terkait isu kesehatan jiwa di masa sekarang yang sedikit-sedikit dikaitkan dengan mental health, padahal butuh diagnosa mendalam. Makasih banget!
Orang-orang yang bertugas dalam rumah sakit jiwa ini memang orang yang hebat, tidak kenal lelah ataupun menyerah atas profesi yang diembannya.. Selalu sabar mendampingi dan mengajari untuk bisa berlaku normal kembali, aku pernah datang dan menyaksikannya secara langsung. Keren deh pokoknya,maju terus dan semoga usaha yang dilakukan diberkahi selalu.
Ada sepupu saya mendalami ini
Sampai sekarang masih sering menganggapku ada sedikit masalah karena inner child yang belum berdamai
Sungguh sangat bersyukur akhir-akhir ini, issue kesehatan mental semakin banyak berkembang dan dipahami. Karena jadi makin banyak diperhatikan, semoga bisa membuka jalan kesembuhan buat bnyak orang yang membutuhkan bantuan