Yuk Pelajari Pengertian Keperawatan Komunitas Secara Lengkap
Mungkin ada yang belum memahami tentang Pengertian Keperawatan Komunitas? Bahwa keperawatan sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan dan seiring berjalanya waktu menuntut para perawat memiliki berbagai ketrampilan dan pengetahuan di berbagai bidang.

Salah satunya, yaitu peran perawat untuk meningkatkan kesehatan dan pencegahan penyakit di suatu wilayah tertentu. Dari sinilah muncul istilah keperawatan komunitas.
Nah, komunitas itu sendiri merupakan sekelompok orang di suatu lokasi geografis (desa atau perkotaan), bertempat tinggal, sekolah dan bekerja.
Sedangan keperawatan komunitas yakni berfokus terhadap masyarakat yang menggabungkan antara kesehatan primer dan praktik keperawatan di lingkungan wilayah tertentu. Jadi, tidak hanya memberi layanan kesehatan saja melainkan pendidikan, intervensi hingga pencegahan banyak jenis penyakit. Lebih jelasnya, nanti akan dibahas di bawah ini.
Daftar Isi
Sejarah Keperawatan Komunitas
Sebelum memahami apa itu keperawatan komunitas secara lengkap, mari melihat dahulu perkembangnya di Indonesia. Dimulai dari abad 16 dengan adanya upaya pembatasan penyakit cacara dan kolera yang masih di tahun 1927. Pemerintahan Belanda saat proses penjajahan di tanah air melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat.
Ditandai dengan berdirinya pusat laboratorium Kedokteran tahun 1888 hingga menjadi lembaga Eykman di Bandung. Kemudian disusul laboratorium lain di wilayah Makassar, Medan, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang dalam rangkan pemberantasan banyak penyakit seperti lepra, malaria, cacara dan lainya.
Tahun 1945, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda bernama Hydrich melakukan pengamatan terhadap tingginya kematian di Banyumas, Purwokerto. Akhirnya, disimpulakan bahwa tingginya angka kesakitan dan kematian karena beberapa penyebab antara lain, masyarakat buang air besar sembarangan, sanitasi lingkungan yang buruk, penggunaan air minum yang tercemar.
Ia pun menyimpulkan perilaku penduduk yang kurang baik ini perlu diperhatikan lewat upaya kesehatan masyarakat dengan mengembangkan daerah percontohan mengenai promosi dan pendidikan kesehatan. Usaha Hydrich benar-benar menunjukkan hasil positifi dan dianggap sebagai awal kesehatan masyarakat Indonesia.
Tahun 1951, perkembangan kesehatan mengalami kemajuan cukup pesat, terbukti dr. Leimina dan dr. Path memperkenalkan Konsep Bandung (Bandung Plane) yang selanjutnya dikenal dengan nama Patah-Leimena. Dalam konsep tersebut, upaya kesehatan masyarakat meliputi dua aspek yang tidak bisa dipisahkan yaitu preventif dan kuratif.
Berlanjut pada bulan november 1967, dilakukanlah seminar untuk merumuskan progam kesehatan masyarakat terpadu sesuai kondisi di Indonesia. Muncullah ide tentang puskesmas yang dipaparkan oleh dr. Achmad Dipodilogo yang mengacu pada konsep awal Bandung dan proyek Bekasi.
Setelah itu, disimpulkan mengenai sistem puskesmas terdiri dari tipe A, B dan C. Memasuki tahun 1968 melalui rapat kerja kesehatan nasional, puskesmas dicetuskan sebagai sistem pelayanan kesehatan terpadu oleh pemerintah sampai sekarang.
Pengertian Keperawatan Komunitas
1. Menurut WHO (1959)
Keperawatan Komunitas adalah suatu bidang khusus yang menggabungkan ketrampilan keperawatan dengan ilmu kesehatan masyarakat, bantuan sosial, rehabilitasi, beberapa perbaikan lingkungan suatu wilayah, pencegahan penyakit dan bahaya lebih besar terhadap individu, keluarga atau masyarakat secara keseluruhan
2. Menurut Depkes RI (1986)
Keperawatan Kesehatan Masyarakat merupakan suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dan dilakukan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain serta masyarakat untuk memperoleh tim kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang lebih tinggi.
3. Menurut ANA (2004)
Keperawatan Komunitas didefinisikan sebagai tindakan untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan dari populasi dengan mengintegrasikan ketrampilan maupun pengetahuan yang sesuai terhadap kesehatan masyarakat.
4. Menurut Buku Ajar Keperawatan Komunitas (2016)
Keperawatan Komunitas memiliki pengertian sebagai bentuk pelayanan profesional berdasarakan ilmu dan kiat keperawatan yang khususnya ditujukan pada kelompok risiko tinggi untuk meningkatkan status kesehatan wilayah tersebut dengan menekankan upaya pencegahn penyakit serta tidak mengabaikan langkah kuratif dar rehabilitatif.
Tujuan Keperawatan Komunitas
Pada dasarnya tujuanya ada 3 point yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu promosi kesehatan, proteksi kesehatan dan pencegahan suatu penyakit.
- Promosi Kesehatan
Maksudya adalah upaya untuk membantu masyarakat agar gaya hidup mereka lebih sehat dan optimal baik secara fisik, emosi, sosial, spiritual dan intelektual. Promosi kesehatan tidak sekadar mengubah gaya hidup tapi juga mempertahankan sekaligus meningkatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Seha) sebagai tujuan utamanya. - Proteksi Kesehatan
Jelas bahwa proteksi kesehatan ditujukan sebagai upaya melindungi individu, keluarga atau kelompok masyarakat terhdapa terpaparnya suatu jenis penyakit. - Pencegahan Penyakit dan Penyembuhan
Termasuk proses pencegahan terhadap penyakit pada kelompok berisiko, sedangkan penyembuhan disini memiliki arti bawah upaya memaksimlkan kesembuhan bagi yang sudah sakit disamping mencegahn terjadinya komplikasi.
Model Keperawatan Komunitas
Menurut referensi buku-buku keperawatan, banyak model komunitas yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kesehatan individu, keluarga atau kelompok masyarakat. Namun disini hanya ada 3 pembahasan model yang sering digunakan di komunitas.
- Model Self Care (Dorothy Orem)
Model ini mengacu pada self care (mandiri). Jadi, tujuan akhir pelayanan keperawatan komunitas adalah mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan komunitas secara mandiri. - Model Health Care System (Betty Neuman)
Model kedua ini dikembangkan berdasarakan filosofi pelayana kesehatan utama (Primary Health Care) yang memandang komunitas itu termasuk klien baik individu, keluarga, kelompok atau kumpulan agregat lainya. Di dalamnya terbentuk sistem terbuka yang meliputi siklus input, proses, output dan feedback sebagai pola dinamis suatu keperawatan komunitas. - Model Community As Partner (Anderson & Mc Farlane)
Biasa disebut dengan komunitas sebagai mitra, dimana model ini adalah pengembangan dari model Neuman dengan pendekatan totalitas manusia untuk menggambarkan masalah kesehatan di masyarakat.
Jadi, model ini menekankan filosofi PHC (Primary Health Care) sebagai dasar untuk aktif meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengatasi masalah lewat pemberdayaan komunitas serta kemitraan.
Disisi lain, pendekatan PHC terdiri dari 3 poin utama yaitu memberikan pelayanan kesehatan dasar dengan teknologi tepat guna, menjalin kerjasama lintas sektoral dan mengoptimalkan peran serta masyarakat. Diharapkan dengan kemitraan maka masalah kesehatan menjadi tanggung jawab bersama bukan perorangan.
Peran Perawat Dalam Keperawatan Komunitas
Perawat Komunitas memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesehatan komunitas dan memang dituntut sesuai dengan kebijakan organisasi dengan merujuk pada persepsi dan harapan suatu kelompok komunitas agar mencapai goal (hasil) yang ditetapkan. Apa saja perananya?
1. Manager Kasus
Perawat harus mampu mengelola pelayanan komunitas dengan berkoordinasi langsung bersama penyedia layanan kesehatan di desa atau kota tersebut, layanan sosial dan masyarakat. Diantara fungsi utama manager kasus antara lain
- mengidentifikasi kebutuhan komunitas
- menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas
- mengkoordinasikan aktivitas tim kesehatan yang multidisiplin
- menilai kualitas pelayanan kesehatan dan keperawatan yang sudah diberikan
2. Pelaksana Asuhan Keperawatan
Perbedaan asuhan keperawatan umum dengan keperawatan komunitas terletak pada pemenuhan kebutuhan. Jadi, ada peran yang berbeda sebagai perawat komunitas antara lain
- harus melakukan pengkajian secara komprehensif
- menetapkan masalah keperawatan komunitas
- menyusun rencana keperawatan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masyarakat
- melakukan tindakan keperawatan yang mencakup tindakan mandiri (seperti batuk efektif, relaksasi, distraksi, ROM pasif/aktif), dan tindakan kolaboratif (pemberian obat TBC, perawatan penyakit kronis dll)
- wajib mengevaluasi tindakan keperawatan komunitas
- mendokumentasikan askep dari sejak awal pengkajian sampai akhir evaluasi
3. Pendidik
Maksudnya disini bahwa perawat bisa menjadi penyedia informasi kesehatan untuk mengajarkan masyarakat dalam meningkatkan kesehatanya. Diantara fungsi utamanya yaitu,
- mengidentifikasi kebutuhan belajar
- memilih metode pembelajaran dan materi yang ekfektif
- menyusun rencana dan melaksanakan pendidikan kesehatan
- melatih keluarga atau kelompok tetang ketrampilan yang harus mereka miliki
- mendorong keluarga agar melaksanakan berbagai jenis ketrampilan
- mendokumentasikan kegiatan pendidikan kesehatan komunitas
4. Pembela
Pembela atau advocate dilakukan oleh perawat komunitas untuk mendukung layanan keperawatan yang berkualitas. Beberapa fungsi penting antara lain,
- menyediakan dan memfasilitasi informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam membuat keputusan penting
- membuka akses provider agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik di fasilitas kesehatan
- menghormati hak klien
- meminta persetujuan tindakan
- memberikan informasi terkait sumber-sumber pelayanan yang bisa dimanfaatkan
5. Konselor
Nampaknya tidak asing dengan konselor kan? adalah ketrampilan untuk mengembangkan koping yang konstruktif dalam menyelesaikan masalah di suatu komunitas. Jadi, perawat tidak hanya memberi konseling tapi juga berbagi solusi terkait persoalan-persoalan di lingkungan masyarakat.
6. Role Model
Role model adalah perawat mampu berinterakasi secara aktif dengan komunitas dan dalam prosesnya ada transformasi perilaku perawat yang bisa dipelajari oleh invidu, keluarga maupun masyarakat umum. Inilah peran perawat sebenarnya sebagai contoh di tengah-tengah komunitas.
7. Penemu Kasus
Peran berikutnya adalah penemu kasus. Dalam hal ini, perawat komunitas tentu akan berkolaborasi dan melakukan intervensi dengan profesi lain (pak RT, pak RT, kelurahan, kecamatan) hingga pelayanan kesehatan di tempat tersebut. Maka sangat diperlukan ketelitian dan pengembangan ketrampilan untuk menilai kasus-kasus terkini yang terjadi di masyarakat.
8. Pembaharu
Pembaharu atau change agent merupakan peran perawat untuk membantu merubah individu, keluarga atau masyarakat ke arah kehidupan yang lebih sehat. Beberapa hal yang dilakukan oleh perawata komunitas misalnya seperti,
- mengidentifikasi kekuatan dan penghambat perubahan
- membantu mencairkan masalah dan memotivasi masyarakat agar bisa merubah perilakunya
- membantu komunitas menginternalisasi perubahan tersebut.
Macam-Macam Askep Keperawatan Komunitas
Sebenarnya ada banyak sekali kasus-kasus yang terjadi di komunitas. Namun pada asuhan keperawatan komunitas kali ini yang termasuk di dalamnya keperawatan keluarga, terdiri dari 4 asuhan utama yaitu
1. Asuhan Keperawatan Yang Berhubungan Dengan Kesadaran Kesehatan
2. Asuhan Keperawatan Yang Berhubungan Dengan Ancaman (Risiko) Masalah Kesehatan
3. Asuhan Keperawatan Yang Berhubungan Dengan Kesejahteraan
4. Asuhan Keperawatan Yang Berhubungan Dengan Masalah Kesehatan (Aktual)
Itulah tadi pembahasan Pengertian Keperawatan Komunitas secara lengkap sampai jenis asuhan keperawatanya. Semoga bisa menambah referensi dan berguna kedepanya, terima kasih.
Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com