Apa Itu Sariawan, Penyebab dan Cara Pencegahanya

Beberapa orang kerap bertanya mengenai Apa Itu Sariawan hingga pencegahanya, namun justru banyak diantara mereka mengabaikan faktor resikonya. Padahal, jika mampu diketahui sejak awal maka masalah ini tidak akan mengganggu kesehatan anda.

Apa Itu Sariawan
Apa Itu Sariawan, Penyebab dan Cara Pencegahanya

Bahwa sariawan umumnya tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja melainkan anak-anak juga. Meski bisa hilang dengan sendirinya, tapi bagi anda yang belum pernah mengalami sariawan pasti sangat terganggu.

Tak seperti kebanyakan masalah di gigi atau mulut, penyebab sariawan itu tidak memiliki spesifik khusus bahkan ada perbedaaan argumen dan spekulasi terkait asal muasalnya.

Oleh sebab itu, demi menyamakan persepsi, pada pembahasan kali ini akan sedikit lebih mendalam terkait apa itu sariawan, penyebab, gejala, faktor risiko hingga cara mengatasi sariawan secara alami maupun dengan pengobatan medis.

Pengertian Sariawan

Dilansir dari halodoc.com, sariawan atau bahasa medisnya stomatisi merupakan peradangan pada mulut yang menimbulkan sensasi rasa nyeri dan perih, menganggu penderitanya untuk berbicara, makan hingga tidur.

Munculnya sariawan tidak bisa diprediksi namun selalu bertempat di bagian dalam mulut seperti langit-langit mulut, bibir, lidah, pipi dan gusi.

Faktor Risiko Sariawan

Nah, apa saja sih faktor risiko tinggi yang bisa menimbulkan gangguan di mulut terutama masalah stomatitis atau sariawan?

  1. sistem kekebalan tubuh menurun
  2. memiliki riwayat penyakit diabetes
  3. konsumsi terlalu sering obat antibiotik
  4. menggunakan jenis obat-obatan yang punya efek samping menurunkan produksi air liur
  5. penggunaan gigi palsu yang berukuran tidak pas dan tidak bersih
  6. kekurangan vitamin C, vitamin B12 dan zat besi
  7. kurang menjaga kebersihan mulut
Baca juga  6 Nutrisi Terbaik Untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh Demi Cegah Virus Corona

Penyebab Umum Sariawan

Bila dijabarkan secara detail, ada banyak sekali penyebab sariawan karena sifatnya yang tidak spesifik. Jadi disini, diambil beberapa penyebab umum agar anda lebih mudah mengetahuinya.

1. Kekurangan Vitamin C dan B12

Sudah menjadi hal yang lumrah, ketika seseorang kekurangan vitamin C tiba-tiba terkena sariawan. Disisi lain, ternyata kekurangan vitamin B12 juga bisa menyebabkan sariawan lho.

2. Luka Pada Mulut

Adanya faktor luka di mulut membuat bakteri atau kuman berkembang dan menstimulasi terjadinya sariawan. Misalnya, saat penggunaan obat kumur keras yang merusak lapisan mukosa mulut sehingga terjadi perlukaan hingga timbul rasa nyeri.

3. Imunitas Menurun

Ketika imunitas anda menurun maka akan sangat rentan terhadap masalah kesehatan tanpa terkecualias sariawan. Walau korelasinya kurang tepat, tapi pada kenyataannya sebagian orang mengalami hal demikian, apalagi konsumsi vitamin C sangat kurang di dalam tubuh.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon ini lebih banyak terjadi pada wanita saat periode menstruasi. Selain itu, sariawan bisa muncul lebih cepat akibat kondisi psikologi yang tidak stabil seperti stress berat, gelisah hingga merasa tertekan karena suatu masalah.

5. Konsumsi Makanan Pedas, Berminyak dan Asam

Tak bisa dipungkiri, orang Indonesia suka sekali dengan jenis makanan ini, padahal jika terlalu berlebihan dapat menjadi biang kerok munculnya sariawan.

Gejala Sariawan Yang Sering Muncul

Saat pertama kali terkena sariawan, mungkin tidak langsung terasa gejalanya. Setelah melewati fase peradangan selama 24 jam, barulah berbagai gejala akan timbul secara perlahan, antara lain,

  • rasa nyeri dan tidak nyaman dalam mulut
  • bagian mulut dan tenggorokan bewarna merah
  • sensasi terbakr di lidah
  • rasa kurang nyaman saat mengunyah atau menelan makanan
  • luka peradangan akan bewarna putih
  • perdarahan ringan saat terjadi gesekan di rongga mulut

Cara Terbaik Mengatasi Sariawan

Dikutip dari situs resmi pemerintah rsud.banjarkota.go.id, menurut dr. Mega Rafika, Sp.PM ada tips sederhana tapi ampuh mengatasi masalah sariawan yaitu dengan menerapkan 5 langkah utama dibawah ini.

  1. menerapkan pola hidup sehat atau dalam bahasa kesehatanya PHBS
  2. menjaga kebersihan dan kesehatan mulut khususnya menyikat gigi secara rutin dengan benar
  3. mengkonsulsi nutrisi yang kaya akan vitamin C, vitamin B12 dan zat besi seperti sayuran, buah, siput, daging dan sejenisnya
  4. menghindari faktor pemicu kambuhnya sariawan misalnya kelelahan, trauma atau stress
  5. merawat penyakit sistemik yang diderita (bila ada) agar tetap patuh saat proses pengobatan

Sebagai catatan, jika masalah sariawan telah diketahui penyebabnya oleh dokter, maka akan diberikan golongan obat tertentu. Misalnya, karena infeksi jamur, pasti obat-obatanya adalah anti jamur baik dalam bentuk tablet, gel atau obat kumur.

Ingat! jika sariawan tak kunjung sembuh dalam kurun waktu 2 minggu, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit mulut agar mendapat penanganan lanjutan.

Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com

Berkomentar = Berlangganan, Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *