Mengenal Progam Perkesmas di Puskesmas, Apa Itu?

Pada dasarnya, Progam Perkesmas merupakan upaya yang berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya masyarakat sehat.

Pelayanan ini mampu menjangkau setiap elemen masyarakat yang mana menitikberatkan dalam upaya promotif dan preventif dengan tujuanutama individu, keluarga, kelompok tertentu sampai masyarakat secara umum.

Progam Perkesmas
Mengenal Progam Perkesmas di Puskesmas, Apa Itu?

Pengertian Progam Perkesmas

Perkesmas termasuk singkatan dari Perawatan Kesehatan Masyarakat yang memiliki arti cukup luas. Berikut beberapa definisi perkesmas menurut organisasi, pakar dan para ahli di bidangnya.

1. WHO (1959)

Merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan dan bantuan sosial sebagai bagian dari progam kesehatan masyarakat untuk menyempurnakn kondisi sosial, lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan resiko berbahaya lainya.

Tujuanya tidak lain bagi  individu, keluarga yang memiliki masalah dan mempengaruhi masyarakat secara menyeluruh.

2. ANA (American Nursing Asociation)

Perkesmas adalah suatu sintesa dari praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan penduduk

3. Ruth B Freeman

Suatu lapangan khusus di bidang keperawatan dimana teknik keperawatan, ketrampilan berorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada ketrampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada sosial lain demi untuk memelihara kesehatan masyarakat.

4. KMK RI 2006 (Keputusan Mentri Kesehatan)

Termasuk suatu bidang dalam keperawatan kesehatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat.

Serta mengutamakan pelayanan promotif, preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat  sebagai suatu kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.

Baca juga  Yuk Pelajari Pengertian Keperawatan Komunitas Secara Lengkap

Tujuan Progam Perkesmas

Tujuan umum adanya progam Perkesmas tidak lain adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara menyeluruh dalam memelihara kesehatanya secara mandiri dan optimal. Adapun tujuan secara khususnya, antara lain,

  • masyarakat dapat memahami pengertian sehat dan sakit secara umum
  • meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan
  • dapat tertanganinya kelompok rawan yang memerlukan pembinaan atau asuhan keperawatan mandiri
  • terlayaninya kasus-kasus tertentu pada kelompok resiko tinggi yang memang membutuhkan asuhan keperawatan di rumah secara langsung
  • terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju kondisi secara yang optimal

Dasar Hukum Perkesmas

Dasar hukumnya sendiri, melalui banyak perubahan dari tahun 1992 sampai paling terbaru pada tahun 2006, berikut detailnya,

  • UU no 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
  • UU no 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
  • Kepmenkes no 1585/Menkes/SK/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan Republik Indonesia
  • Kepmenkes no 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
  • Kepmenkes no 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota
  • Kepmenkes no 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
  • Kepmenkes 836/2005 tentang Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat/Bidan
  • Kepmenkes no 279/2006 tentang pedoman Upaya Penyelenggaraan Perkesmas di Puskesmas

Bagi puskesmas yang ingin menerapkan Perkermas di wilayahnya, maka dapat menggunakan pedoman terbaru yaitu Kepmenkes no 279 tahun 2006 diatas.

Ruang Lingkup Perkesmas

Seperti pembahasan diatas tadi, bahwa ruang lingkup perkesmas secara umum ada 4 yaitu

1. Promotif

Yaitu, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan hingga peningkatan gizi

2. Preventif

Yaitu, upaya untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan terhadap masyarakat melalui kegiatan imunisasi, pemberian vitamin A dan iodium, pemeriksaan kesehatan berkala lewat posyandu atau posbindu serta pemeriksaan kehamilan nifas atau menyusui

3. Kuratif

Yaitu, upaya yang bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan melalui perawatan langsung di rumah, perawatan ibu hamil dengan patologis sampai perawatan bayi baru lahir.

4. Rehabilitatif

Yaitu, upaya pemulihan terhadap pasien yang dirawata di rumah atau kelompok penderitan penyakit tertentu seperti TBC, HIV, kusta, cacat fisik atau sejenisnya melalui latihan fisik ROM aktif/pasif, fisiotherapy pada penderita stroke, batuk efektif dan sejenisnya.

5. Resosialitatif

Yaitu, upaya untuk mengembalikan penderita ke masyarakat yang oleh karena penyakitnya, ia dikucilkan lingkungan, seperti penderita kusta, tuna susila ataupun AIDS.

Baca juga  Perawat? Kenali 11 Masalah Utama Keperawatan Jiwa

Pendekatan Progam Perkesmas

Ada beberapa contoh pendekatan yang bisa diterapkan dalam perawatan kesehatan masyarakat antara lain,

1. Problem Solving Approach

Pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dengan menggunakan proses keperawatan.

2. Family Approach

Pendekatan progam perawatan kesehatan yang difokuskan pada keluarga binaan.

3. Case Approach

Pembinaan keperawatan yang dilakukan berdasarkan kasus masyarakat yang datang ke puskesmas dan dinilai perlu tindakan lebih lanjut.

4. Community Approach

Pendekatan yang dilakukan terhadapa masyarakat daerah binaan melalui survey mawas diri (SMD) dengan melibatkan langsung partisipasi dan penilaian dari masyarakat.

Dalam melakukan pendekatan tersebut, seorang perawat harus juga mempertimbangkan prinsip Perkesmas yiatu kemanfaatan, kerjasama, keadilan dan otonomi agar proses keperawatan terjalin dengan baik sampai prosesnya selesai.

Indikator Keberhasilan Perkesmas

Dalam menilai berhasil tidaknya pelaksanaan Perkesmas di suatu wilayah, maka perlu merujuk pada 4 indikator dibawah ini yaitu,

1. Indikator Input

Dinilai dari presentase ketersediaan perawat koordinator, presentase perawat terlatih untuk bertanggung jawab pada daerah binaanya, presentase puskesmas yang memiliki pedoman standar (SK, SOP, KAK, buku register, format laporan) dan dukungan administrasi lainya.

2. Indikator Process

Dinilai dari presentase pembagian tugas oleh perawat koordinator, presentase sasaran perkesmas yang jelas, presentase rencanan kegiatan perkesmas (POA) yang matang, presentase kegiatan refleksi diskusi kasus, presentase hasil pemantauan dan evaluasi.

3. Indikator Output

Dinilai dari presentase individu, keluargam kelompok ataupun masyarakat yang seleai dibina, presentase penderita yang telah dilakukan tindak lanjut asuhan keperawatan, prosesntase cakupan daerah binaan di suatu wilayah.

4. Indikator Outcome

Dinilai dari seberapa banyak terbentuknya keluarga mandiri yang mampu memenuhi atau mengatasi masalah kesehatanya dimana prosentasenya dapat dilihat melalui tingkat kemandirian masyarakat yang meliputi KM 1, KM 2, KM 3 atau KM 4.

Itulah tadi pengenalan Progam Perkesmas yang ada di Puskesmas mulai dari pengeritan sampai indikator penilaian akhir. Semoga dapat berguna kedepanya dan jangan lupa untuk share informasi ini bila dirasa bermanfaat bagi orang lain, terima kasih.

SUMBER REFERENSI

Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com

Berkomentar = Berlangganan, Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *