6 Jenjang Pendidikan Keperawatan, Anda Wajib Tahu!
Untuk menjalani profesi perawat di lembaga atau fasilitas kesehatan, anda bisa menempuh beberapa Jenjang Pendidikan Keperawatan di Indonesia. Yuk, ketahui fakta pentingnya di sini!

Sampai sekarang, tenaga medis maupun tenaga kesehatan masih menjadi profesi yang paling dibutuhkan oleh sebuah negara, salah satunya adalah perawat.
Namun untuk menjadi perawat profesional, seseorang perlu lebih dahulu melalui beberapa jenjang pendidikan perawat.
Pada dasarnya, tidaklah berbeda dengan profesi lain, ketika anda ingin menjadi perawat, maka wajib menempuh pilihan jenjang pendidikan mulai dari D3 hingga S3 keperawatan.
Masing-masing jenjang tentu memiliki kualifikasi dan standar tersendiri. Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak ulasan lengkap berikut.
6 Jenjang Pendidikan Keperawatan di Indonesia
Jenjang D1 atau kerap pula dianggap SMK masih menjadi perdebatan di bidang medis. Oleh karena itu, anda yang menempuh jenjang pendidikan ini biasanya akan bertugas sebagai asisten perawat.
Materi pembelajaran pun digabungkan dengan mata pelajaran umum, hanya saja ditambah konsep penyakit, KDM (Kebutuhan Dasar Manusia), proses keperawatan secara luas dan sebagainya. Meski begitu, tetap belum bisa dikatakan sebagai perawat profesional.
Beberapa klinik kesehatan memang masih menggunakan jasa lulusan D1 atau biasa disebut SPK untuk alasan cost effective (meminimalkan budget) bahkan sampai homecare pun turut memakai jasa dari asisten perawat seperti perusahaan Insan Medika.
Layaknya program diploma lain, D3 keperawatan juga berfokus pada praktik. Masa pendidikan biasanya berlangsung selama enam semester. Ada cukup banyak materi yang akan dipelajari, seperti KDM, proses keperawatan, etika keperawatan, anatomi fisiologi, keperawatan modern sampai ilmu gizi.
Ketika sudah lulus dari progam ini, maka akan mendapat gelar A.Md.Kep (Ahli Madya Keperawatan) dan wajib mengikuti ujian kompetensi supaya dapat diakui sebagai perawat pelaksana yang siap bertugas di institusi maupun fasilitas kesehatan.
Program pendidikan S1 Ners sebenarnya sama halnya dengan D3 yang bisa melakukan praktik keperawatan namun biasanya ada perbedaaan dalam golongan atau jabatan yang dipegang.
Mulanya, anda perlu menjalani pendidikan di S1 keperawatan. Pada jenjang ini, mahasiswa akan fokus dalam pemahaman teori keperawatan secara mendetail selama kurang lebih 4-6 tahun.
Setelah itu, barulah memperoleh gelar S.Kep (Sarjana Keperawatan). Untuk mendapatkan izin praktik maka perlu melanjutkan progam profesi agar mendapat gelar Ns (Ners).
Dengan gelar S.Kep., Ns, maka anda resmi menjadi perawat klinisi yang siap terjun menghadapi kondisi medis apapun bahkan mampu menduduki jabatan penting seperti kepala tim, kepala ruang, kepala bidang keperawatan sampai asisten dosen pun juga bisa.
Khusus yang bertujuan untuk menjadi tenaga pengajar, dosen, maupun masuk ke jenjang managerial, maka program S2 keperawatan adalah pendidikan yang perlu ditempuh sampai selesai.
Materi pembelajaranya pun sangat spesifik seperti keperawatan anak, jiwa, komunitas, medikal bedah serta kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Masa pendidikanya juga tergolong singkat yaitu 4-6 semester dan setelah lulus akan mendapat gelar M.Kep.
Disisi lain, anda bisa memilih jalur peminatan yang tersedia di kampus atau universitas tertentu agar memperoleh gelar profesi spesialis antara lain,
- keperawatan anak dengan gelar Sp.Kep.Anak
- keperawatan medikal bedah dengan gelar Sp.KMB
- keperawatan jiwa dengan gelar Sp.Kep.Jiwa
- keperawatan komunitas dengan gelar Sp.Kep.Kom
- keperawatan maternitas dengan gelar Sp.Kep.Mat
Doktor adalah jenjang pendidikan Strata-3 sebagai gelar akademik tertinggi yang dapat diperoleh seseorang usai menempuh pendidikan di universitas atau kampus tertentu.
Sama seperti pada umumnya, anda dapat menempuh perkuliahan (kelas) terlebih dahulu, kemudian di akhir prosesnya wajib melakukan penelitian untuk penyusunan disertasi.
Gelarnya sendiri akan tertulis di bagian paling depan dengan mencantuman huruf Dr. lalu diikuti nama lengkap dan gelar yang diperoleh sebelumnya.
Professor biasanya ditempuh dengan melakukan riset atau penelitian yang nantinya digunakan untuk kemahslahatan umat baik di dalam negri maupun di luar negri.
Nantinya, gelar tersebut diberikan sebagai kehormatan untuk mereka yang sudah berjasa dalam bidang riset ilmu keperawatan.
Jadi ketika seseorang telah berjasa terhadap profesi perawat dan memenuhi kriteria tertentu yang sudah dirumuskan oleh civitas akademis, maka bisa menyandang gelar professor dengan penulisan Prof. di bagian paling depan sebelum nama lengkap.
Pada dasarnya, setiap pendidikan mampu memberikan peluang kerja yang tinggi. Tergantung perencanaan anda kedepanya apakah ingin menyelesaikan perkuliahan sampai D3 saja, ingin melanjutkan ke Profesi Ners atau jenjang lebih tinggi S2 keperawatan?
Tentu, semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang diserap, kemampuan dalam memahami profesi dan peluang karir, jelas akan semakin lebih baik. Kalau begitu, manakah Jenjang Pendidikan Keperawatan yang ingin anda pilih?
Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com