Mengenal Filosofi dan Pengertian Keperawatan Anak
Pada kesempatan kali ini, topik pembahasanya yaitu mengenal filosofi dan Pengertian Keperawatan Anak. Tahukah anda bahwa anak merupakan individu yang usianya kurang dari 18 tahun dimana sedang dalam fase perubahan pertumbuhan dan perkembangan dari bayi sampai remaja.

Dalam proses tersebut, seorang anak nantinya akan memiliki ciri fisik, kognitif, mekanisme koping, sosialisi dan konsep aktualisasi diri berbeda-beda. Pada intinya, perkembangan ini bisa terbentuk secara sempurna seiring bertambahnya usia si kecil.
Misalnya, pola koping bayi atau anak ketika lapar cenderung menangis. Respon emosi terhadap suatu penyakit bisa saja berteriak, menangis, diam atau menarik diri.
Oleh sebab itu, dalam memberikan layanan keperawatan anak, hal yang paling diutamakan adalah mengetahui proses kematangan mereka sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan pada setiap tapahan keperawatan.
Daftar Isi
Sejarah Keperawatan Anak
Selama abad 18 kebutuhan anak semakin diakui dan di abad 19 anak-anak dianggap berharga sehingga butuh perlindungan. Ini merupakan perubahan sikap yang menyebabkan pembentukan rumah sakit dan apotik pungut untuk anak-anak.
Lalu di pertengahan tahun 1800 dimulailah studi kesehatan anak oleh Abraham Jacobi lewat penyakit anak khususnya pada tunawisma dan buruh yang berlangsung dari 1830 sampai 1919. Kemudian muncullah salah satu perawat dari Amerika Serikat yang tertarik dengan kesehatan anak bernama Lilian Wald.
Mereka berdua akhirnya bekerja sama dalam mendirikan pelayanan keperawatan sebagai bentuk kegiatan sosial dan pendidikan khusus untuk orang tua dalam perawatan anak yang sedang sakit. Dari sinilah muncul kesehatan-kesehatan sekolah dan beberapa UKS (Upaya Kesehatan Sekolah)
Namun, semenjak ada larangan bagi orang tua untuk mengunjungi anaknya atau membawa barang/mainan ke rumah sakit, pada tahun 1940 anak-anak yang dirawat mengalami stress karena efek psikologis dari tindakana isolasi tersebut.
Akibat dari permasalahan tersebut, oritentasi pelayanan keperawatan anak diubah menjadi rooming yang artinya orang tua boleh tinggal bersama di rumah sakit selama 24 jam.
Pengertian Keperawatan Anak
Keperawatan Anak merupakan suatu praktek keperawatan yang menekankan pada upaya kesehatan anak mulai dari bayi sampai remaja.
Hal ini sesuai dengan UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, BAB VII pasal 131 bahwa upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 (delapan belas) tahun.
Tujuannya tidak lain untuk mengupayakan anak sehat/sakit agar mencapai tingkat kesehatan optimal berdasarkan perkembanganya yang berorientasi pada tindakan promotif dan preventif.
Sementara, berdasarakan Permenkes Nomor 25 Tahun 20014 bahwa untuk membantu kesehatan anak, ada beberapa tujuan yang perlu dicapai yaitu,
- menjamin kelangsungan hidup anak utamanya menurunkan tingkat kematian bayi baru lahir, bayi dan balita
- menjamin tumbuh kembang anak sesuai potensi yang mereka miliki
- melibatkan partisipasi anak usia sekolah dan remaja di bidang kesehatan
- menjamin pemenuhan hak kesehatan dan memperhatikan siklus kehidupan anak
- menjamin tersedianya pelayana kesehatan komprehensif bagi anak maupun remaja
- menyiapkan anak menjadi orang dewasa yang produktif dan sehat baik ekomoni atau sosial
- menjamin anak dan semaja mendapatkan pendidikan kesehatan melalui sekolah atau di luar itu
- memberikan perlindungan anak dalam memperoleh kesehatan yang bermutu, aman dan bermanfaat
- memberikan kepastian hukum bagi anak, orang tua, keluarga, tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan
Filosofi Keperawatan Anak
Dalam mengenal filosofi keperawatan anak ada 3 hal yang wajib diperhatikan yaitu,
1. Family Center Care
Memiliki arti bawa keluarga sebagai suatu kehidupan yang instan dan saling mendukung, menghargai, meningkatkan kekuatan serta kompetensi dalam memberikan asuhan kepada anak (Jhonson, 1989).
Jadi ada penekanan dalam rencan progam perawatan maupun interaksi sehari-hari dengan klien harus melibatkan partisipasi bersama keluarga.
Konsep ini terdiri dari dua proses yaitu enabling (menunjukan kemampuan dan kompetensi berguna guna memenuhi kebutuhan keluarga) dan empowering (dukungan penuh terhadap perubahan positif dalam sebuah keluarga untuk memaksimalkan kemampuan maupun tindakan).
2. Atraumatic Care
Adalah memberikan asuhan keperawatan terapeutik mulai dari pengkajian hingga evaluasi untuk mengurangi pengalaman tidak menyenangkan pada anak atau keluarga di tatanan pelayanan kesehatan. Tujuan daripada filosifi ini ada 3 antara lain, melakukan perlindungan, mencegah/mengurangi trauma fisik dan nyeri serta mencegah anak berpisah dari orang tua.
3. Case Management
Maksudany adalah sistem asuhan keperawatan yang seimbang antara kualitas dan pembiayaan agar tidak belerbihan. Jadi, kemampuan perawat dalam mengelola kasus pada anak-anak sangat diuji disini.
Prinsip Keperawatan Anak
- Anak bukanlah miniatur orang dewasa maka wajib memanusiakan mereka khususnya dalam pelayanan kesehatan
- Anak sebagai individu unik yang mana punya kebutuhan berbeda-beda setiap tahap perkembanganya
- Pelayanan keperawatan anak berorientasi pada pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan, BUKAN mengobati anak sakit saja
- memfokuskan pada disiplin ilmu kesehatan yang mensejahterakan anak sehingga perawat bertanggung jawab secara komprehensif saat memberikan asuhan keperawatan tertentu.
- Praktek keperawatan anak tidak hanya mencakup kontrak dengan anak saja melainkan juga keluarga dalam rangka mengkaji, mendiagnosa, mengintervensi, mengimplementasi dan mengevaluasi setiap proses keperawatan sesuai moral (etik) dan aspek hukum (legal).
- Keperawatan anak memiliki prinsip bahwa fokus utamanya adalah pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Peran Perawat Dalam Keperawatan Anak
1. Memberikan Perawatan
Seperti pada umumnya, memberikan layanan keperawatan menjadi hal utama mulai dari menyelesaikan masalah yang sifatnya sederhana hingga komplkes. Misalnya, perawat membantu anak untuk memenuhi nutrisi, melakukan ambulasi dini atau membantu menyibin klien.
2. Sebagai Pendidik
Perawat anak bertanggung jawab juga terhadap pendidikan dan pengajaran baik kepada pasien, keluarga maupun tenaga kesehatan lainya. Aspek yang harus diperhatikan adalah perawat minimal mampu memberi penyuluhan tentang kesehatan misalnya cara mencegah diare, batuk pilek dan panas.
3. Menjadi Konseling
Artinya perawat bisa mengidentifikasi perubahan pola interaksi pada anak baik saat keadaan sehat atau sakit. Jadi, konseling ditujukan bagi pasien beserta keluarga guna mengintegrasikan pengalaman kesehatan di masa lalu yang intinya problem solving nya mengubah perilaku hidup sehat.
4. Sebagai Advokasi Keluarga
Apa itu? Jadi perawat bertanggung jawab untuk membantu pasien dan keluarga dalam menginterprestasikan layanan kesehatan yang diberikan seperti meminta persetujuan (inform concent) terhadap keluarga sebelum melakukan tindakan keperawatan tertentu (pemasangan infus, prosedur pra operasi, pengambilan darah dll).
5. Sebagai Kolaborator
Maksudnya adalah perawat berusaha berkolaborasi dalam melakukan asuhan keperawatan pada anak termasuk di dalamnya bertukat pendapat, berdiskusi, memberi dukungan dengan tenaga kesehatan lain. Misalnya, berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet khusus bagi pasien anak yang menderita diare atau berdikusi dengan dokter untuk menentukan dosisi obat yang sesuai.
6. Membuat Keputusan Etik
Intinya, perawat diperbolehkan membuat keputusan etik yang berdasarkan nilai moral dan aspek legal hukum (UU) terhadap penekanan hak-hak pasien anak. Disisi lain, juga untuk menghindari suatu hal yang merugikan pasien atau keluarganya.
7. Sebagai Peneliti
Jadi, perawat diharapkan bisa menjadi peneliti dalam rangka mengembangkan ilmu keperawatan berdasarkan kasus atau paradigma dalam keperawatan anak terbaru.
Tujuan dari penelitian ini antara lain melakukan evaluasi, mengukur kemampuan, menilai hingga mempertimbangkan sejauh mana tingkat efektivitas tindakan pelayanan keperawatan khususnya pada anak-anak.
Macam-Macam Askep Keperawatan Anak
Ada banyak sekali jenisnya, namun akan diambil beberapa saja sebagai contoh saja dan seringkali diimplementasikan oleh para perawat anak pada umumnya.
- Asuhan Keperawatan Dengan ALL (Acute Limphosityc Leucemia)
- Asuhan Keperawatan Dengan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)
- Asuhan Keperawatan Dengan Alergi
- Asuhan Keperawatan Dengan Anemia
- Asuhan Keperawatan Dengan Apendiksitis
- Asuhan Keperawatan Dengan Asfiksia Mekonium
- Asuhan Keperawatan Dengan Askariasis (Cacingan)
- Asuhan Keperawatan Dengan Asam Bronkhial
- Asuhan Keperawatan Dengan Atresia Esophagus
- Asuhan Keperawatan Dengan Hiperbilirubinemia
- Asuhan Keperawatan Dengan BBLR
- Asuhan Keperawatan Dengan Bronkhitis
- Asuhan Keperawatan Dengan Bronkopneumonia
- Asuhan Keperawatan Dengan Cardiovaskuler Tertralogi Fallot
- Asuhan Keperawatan Dengan CTEV (Congenital Talipes Equino Varus)
- Asuhan Keperawatan Dengan Demam Berdarah (DHF)
- Asuhan Keperawatan Dengan Dermatitis
- Asuhan Keperawatan Dengan Diare
- Asuhan Keperawatan Dengan GEDS (Gastroenteritis Dehidrasi Sedang)
- Asuhan Keperawatan Dengan Difteri
- Asuhan Keperawatan Dengan Down Syndrome
- Asuhan Keperawatan Dengan Ensefalitis
- Asuhan Keperawatan Dengan Epilepsi
- Asuhan Keperawatan Dengan Hemofilia
- Asuhan Keperawatan Dengan Hemostasis
- Asuhan Keperawatan Dengan Hernia Inguinalis
- Asuhan Keperawatan Dengan Hipoglikemia Simptomatis
- Asuhan Keperawatan Dengan Hipoglikemia Neonatus
- Asuhan Keperawatan Dengan Hydrocephalus
- Asuhan Keperawatan Dengan ISPA (infeksi Saluran Pernafasan Atas)
- Asuhan Keperawatan Dengan Kejam Demam
- Asuhan Keperawatan Dengan Kelainan Jatungan Bawaan (PJB)
- Asuhan Keperawatan Dengan Leukimia
- Asuhan Keperawatan Dengan Meconium Aspiration Syndrome Imanuddin
- Asuhan Keperawatan Dengan Meningitis
- Asuhan Keperawatan Dengan Prematur
- Asuhan Keperawatan Dengan TB Paru Anak
- Asuhan Keperawatan Dengan Thalasemia
- Asuhan Keperawatan Dengan Thypoid
- Asuhan Keperawatan Dengan Tonsilofaringitis Akut
Demikianlah topik lengkap tentang Filosofi Dan Pengertian Keperawatan Anak sampai macam-macam asuhan keperawatanya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan informasi ini jika dirasa berguna bagi orang lain, terima kasih.
Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com