Mengenal 7 Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

Pada kesempatan kali ini, mari sedikit membahas tentang Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan. Berkaitan dengan pengertian hingga manfaat komunikasi pun sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan
Mengenal 7 Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

Jadi, langsung saja menuju topik utama bahwa prinsip komunikasi menjadi komponen penting untuk menunjang pelayanan kesehatan lebih maksimal.

Mengingat setiap pasien memiliki keunikan masing-masing sehingga perlu hubungan saling percaya agar membantu tenaga medis atau tenaga kesehatan dalam mendiagnosis penyakit, melakukan proses pengobatan atau proses keperawatan.

Oleh sebabnya, komunikasi efektif harus selalu diterapkan apapun keadaanya supaya tidak menimbulkan miss communication dan bisa menimbulkan rasa saling menghargai antara kedua belah pihak.

Baca juga  Memahami Proses Keperawatan dan Tahap-Tahapanya

Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

1. Keterbukaan

Maksudnya adalah pada saat pertama kali bertemu dengan pasien dan berkomunikasi secara langsung, setiap perawat harus mampu secara tulus menerima kehadirannya. Jadi, terkait kondisi pasien saat itu dapat diterima secara terbuka tanpa harus membedakan dengan pasien yang lain.

2. Peduli

Peduli atau respect sangat dibutukan agar saling menghargai dan menghormati antara perawat dan pasien. Jadi, ketika prinip ini benar-benar diterapkan maka akan terbentuk suatu hubungan yang harmonis bahkan pasien pun takkan segan untuk menceritakan segala hal terkait kondisinya.

Alhasil, proses keperawatan pun dapat berjalan sesuai harapan dengan tujuan utama mengoptimalkan kesehatan pasien.

3. Simpati dan Empati

Kedua kalimat ini ternyata cukup berbeda lho. Simpati merupakan kemampuan seseorang untuk peduli dan perhatian terhadap kondisi seseorang, sedangkan empati adalah kondisi seseorang yang mampu menempatikan perasaanya seperti yang dirasakan oleh orang lain.

Pastinya, keduanya sangaa diperlukan dalam pelayanan kesehatan, termasuk di dunia keperawatan untuk melatih kepekaan terhadap permasalahan pada diri pasien.

4. Caring

Sudah tahu kan, bahwa caring termasuk tindakan yang paling dasar dalam teori keperawatan, yaitu kemampuan untuk memberi perhatian penuh kepada pasien sehingga dapat meningkatkan harga dirinya.

Secara psikologis, ketika pasien berada di rumah sakit akan cukup asing dengan lingkungan baru, apalagi jika petugas kesehatan tidak caring yang pastinya membuat emosionalnya tidak stabil.

Oleh sebab itu, komunikasi sederhana begitu penting agar pasien merasa diperhatikan misalnya “bagaimana perasaan hari ini?”, “apakah ada keluhan yang perlu disampaikan?”, “semoga istirahatnya malam ini lebih nyenyak” dan sebagainya.

5. Positiveness

Positiveness adalah sikap yang menunjukkan kebesaran jiwa, penilaian positif terhadap kepribadian pasien. Memang, setiap orang punya karakter berbeda-beda, ada yang acuh tak acuh, suka marah-marah, kurang kooperatif hingga berbicara kasar.

Meski begitu, sebagai seorang perawat profesional, bilamana menemukan pasien-pasien dengan karakter tersebut, tetaplah memegang prinsip komunikasi yang positiveness karena mereka tidak sedang baik-baik saja dan butuh peranan petugas kesehatan untuk menenangkanya sekaligus memberi pengertian mengenai kondisi kesehatanya.

6. Supportiveness

Artinya mensupport atau mendukung kondisi pasien selama proses keperawatan sedang berjalan mulai dari memberikan informasi penyakitnya, tindakan yang akan dilakukan sampai tahap evaluasi.

Dengan begitu, pasien akan tahu kondisi terbaru, merasa tidak diabaikan dan makin semangat untuk segera pulih dari penyakitnya.

7. Rendah hati

Nampaknya tidak perlu dijelaskan panjang lebar, bahwa rendah hati disini maksudnya adalah semua pasien dilayani tanpa pandang bulu, mau kaya atau miskin, mau berpendidikan atau tidak, pada intinya pelayanan kesehatan yang paling utama.

Tak jarang, ketika sakit pasien akan mengalami kecemasan dan gangguan psikologis, kalau perawat maupun tenaga kesehatan lain kurang memahami situasinya justru akan timbul lingkungan yang tidak kondusif bahkan bisa membuat jengkel karena ulah pasien.

Jadi, bagaimanapun juga sikap rendah hati harus benar-benar diterapkan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan kesehatan demi memenuhi hak-hak pasien.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai 7 Prinsip Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan yang semoga dapat menambah wawasan baru khususnya para perawat dalam menjalankan tugas dan kewajibanya. Terima kasih.

Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com

Berkomentar = Berlangganan, Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *