6 Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

Sudah tahu belum Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan? Kalo anda seorang perawat maka mengetahui seluk beluk komunikasi sangatlah penting, karena termasuk ilmu yang melibatkan hubungan antara pasien, keluarga hingga rekan kerja.

Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan
6+ Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

Ya, bahwa manusia sebagai makhluk sosial, tentu butuh yang namanya komunikasi satu sama lain agar bisa saling mengerti, saling bersimpati bahkan sampai berempati.

Oleh sebab itu, sebagai perawat profesional yang memiliki kemampuan intelektual, interpersonal dan ketrampilan soft skill, mereka tidak boleh melupakan hal mendasar dalam proses keperawatan yaitu menjalin komunikasi efektif terhadap pasien.

Baca juga  Harus Tahu! 3 Prinsip Dokumentasi Keperawatan

Pengertian Komunikasi Dalam Keperawatan

Menurut US National Library of Medicine di National Institutes of Health (NIH), bawah komunikasi merupakan elemen elemen vital dalam keperawatan di semua bidang aktivitas dan dalam semua intervensinya, seperti pencegahan, pengobatan, terapi, rehabilitasi, pendidikan dan promosi kesehatan.

Sedangkan, menurut Yusuf A, Nihayati HE  dalam Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa (2015), bahwa komunikasi efektif adalah pengembangan hubungan antara tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan, nutrisionist, fisioterapis, radiologist atau lainya) dengan pasien dalam kontak sosial yang berlangsung secara baik, menghargai setiap pihak demi upaya menyelesaikan masalah kesehatan bersama.

Untuk pengembangnya sendiri tentu akan langsung berkaitan dengan kepercayaan, kejujuran, saling memahami terhadap kebutuhan dan harapan pasien sehingga dapat membantu dalam proses diagnosis penyakit dan pemberian terapi lebih tepat.

Jenis Komunikasi Dalam Keperawatan

Adapun jenis komunikasi baik antar individu maupun kelompok terbagi menjadi dua macam yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.

1. Komunikasi Verbal

Merupakan komunikasi secara langsung lewat ucapan lisan termasuk dalam menggunakan tulisan. Kalimat yang digunakan setiap individu sangatlah bervariasi termasuk juga intonasi suara untuk mengespresikan berbagai macam perasaan.

Pada intinya, penyampaian komunikasi efektif harus bersifat fakta, aktual dan efisien. Disisi lain, juga perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini,

  • sederhana
  • jelas
  • tepat waktu
  • dapat diterima
  • berarti
2. Komunikasi Non Verbal

Merupakan komunikasi yang berasal dari bahasa tubuh. Jadi pesan yang disampaikan melalui simbol-simbol tertentu baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa ekspresi tubuh yang sering dijumpai antara lain,

  • roman muka/raut muka
  • tekanan suara, irama dan getaran
  • rabaan dan sentuhan
  • kerlingan air mata
  • debaran detak jatung
  • disorientasi secara umum
  • gerak-gerik badan
Baca juga  Pelajari 5 Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

6 Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

1. Memahami Kondisi Pasien

Dari awal titik perawatan triase di IGD hingga masuk ke ruangan, perawat biasanya berperan aktif dalam pelayanan keperawatan. Komunikasi mulai terbangun dengan cepat, mengenal dan memahami kondisi pasien termasuk anggota keluarganya juga.

Jadi, ketika perawat dan pasien sudah terbuka sejak awal, maka saat proses pengobatan medis maupun asuhan keperawatan pun makin lebih efektif dan akurat.

2. Mengetahui Keadaan Emosional Pasien

Tak jarang, ketika pasien sudah dianjurkan untuk rawat inap di sebuah fasilitas kesehatan, maka sosok perawatlah yang banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Artinya, jumlah komunikasinya tak terhitung lagi hingga mampu mengetahui kestabilan emosional pasien.

Bahkan yang tahu persis kapan pasien mengalami fase penolakan pada penyakitnya (denial) atau sudah mampu menerima kondisinya (accept) itu juga perawat. Dan hal tersebut sungguh luar biasa dalam membantu tenaga kesehatan lain untuk merencanakan pelayanan berikutnya.

3. Memahami Determinan Sosial Kesehatan

Saat perawat melakukan komunikasi efektif bersama pasien, maka secara tidak langsung akan ikut memahami determinan sosialnya mulai dari kondisi fisik, kondisi lingkungannya, kondisi keluarganya sehingga dapat mempengaruhi kesehatan secara luas.

Oleh sebab itu, sebagai perawat profesional, sebaiknya tidak membahas lebih mendalam terhadap status sosial dari pasien karena cukup sensitif, jauh lebih baik memberikan pemahaman bahwa pasien saat ini butuh perhatian khusus untuk meningkatkan derajat kesehatanya.

4. Mampu Melacak Perubahan Perawatan

Adanya komunikasi efektif, perawat sangat mungkin menargetkan strategi klinis sesuai keluhan yang disampaikan pasien. Disamping itu, sekaligus ikut melacak kemajuan pasien secara real-time.

Kemudian hasil tersebut dapat diteruskan ke tim lainya agar memperoleh pelayanan yang optimal dan tidak lagi adanya miskomunikasi sesama tenaga kesehatan.

5. Dapat Mengidentifikasi Kebutuhan Khusus

Kok bisa? jelas bisa, karena perawat biasanya semakin mengetahui kebutuhan pasien setelah saling percaya satu sama lain. Bahkan kebutuhan khusus pasien bisa saja diluar proses keperawatan.

Sebagai contoh, mungkin saja ada permintaan untuk meminta diet khusus karena kurang suka yang berkuah atau memiliki keyakinan agama yang kuat sehingga butuh waktu tertentu agar tidak diganggu sehingga tindakan keperawatan otomatis tidak dilakukan pada jam tersebut dan diganti pada jam berikutnya.

6. Advokasi Bagi Pasien

Berdasarkan kode etik keperawatan, advokasi pasien disini meliputi hubungan terapeutik dimana perawat berperan sebagai pemberi informasi secara umum, pendampingan pasien serta pengambilan sebuah keputusan

Terkadang, pasien bisa saja mengambil keputusan sendiri namun tidak menutup kemungkinan, perawat atau tenaga kesehatan lain terlibat dalam mengambil keputusan di tengah-tengah keluarga pasien.

Pada intinya, perawat akan selalu menjembatani segala informasi yang dibutuhkan pasien seperti melakukan tindakan keperawatan sesuai tupoksinya, menjelaskan diagnosis, menjelaskan tentang obat atau suntikan yang akan diberikan pasien dan masih banyak lagi.

Memang, untuk mencapai ketrampilan komunikasi efektif secara handal, butuh pengalaman lebih banyak, interpersonal yang cukup serta adanya dukungan dari lingkungan sekitar khususnya sesama tenaga kesehatan.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa Manfaat Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan itu tidaklah sekedar saling memberikan feedback saja, tetapi juga meningkatkan pendekatan yang berkualitas agar pasien benar-benar diperhatikan dan tercukup kebutuhanya.

Salam,
Deny Irwanto
www.denyirwanto.com

data-matched-content-ui-type=”text” data-matched-content-rows-num=”3″ data-matched-content-columns-num=”1″

Berkomentar = Berlangganan, Terima kasih

Your email address will not be published. Required fields are marked *